wow

Rabu, 15 Januari 2014

kejadian dan peristiwa ajaib ketika lahir nabi muhammad saw


 Kelahiran Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan anugerah besar. Sebab, kelak 40 tahun kemudian, beliau diutus menjadi Rasulullah yang bukan hanya menyelamatkan Jazirah Arab dari kejahiliyahan, tetapi juga menerangi seluruh dunia dengan Dinul Islam.

Tanda-tanda bahwa beliau adalah pilihan Allah telah tampak sejak beliau lahir. Sedikitnya, ada 5 peristiwa ajaib yang mengiringi kelahiran Sang Nabi ini:

1. Penghancuran Pasukan Gajah
Tahun kelahiran Rasulullah dikenal sebagai Tahun Gajah. Sebab, 50 hari menjelang beliau dilahirkan terjadi persitiwa ajaib. Ka’bah diselamatkan Allah dari serbuan pasukan gajah.

Adalah Abrahah Ash Shabbah Al Habsi, gubernur Yaman, membangun gereja sangat besar di Shan’a. Ia berharap orang-orang Arab yang biasa berhaji ke Makkah akan mengalihkan perhatiannya ke sana. Nyatanya, gereja itu tidak mengusik daya tarik ka’bah.

Abrahah semakin marah ketika ada seseorang dari Bani Kinanah yang melumuri pusat kiblat gereja dengan kotoran. Ia pun kemudian menghimpun enam puluh ribu pasukan. Sebagai kendaraan, ia memilih gajah yang paling besar. Pun sebagian pasukannya mengendarai gajah sehingga dikenal sebagai pasukan gajah.

Setibanya di Wadi Muhasshir, antara Muzdalifah dan Mina, tiba-tiba gajahnya menderum. Tak mau bangkit mendekati arah Ka’bah. Jika diarahkan ke arah lain, gajah itu mau berjalan. Tetapi jika dicoba kembali diarahkan ke Ka’bah, gajah itu menderum lagi. Dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan burung-burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu panas menghancurkan mereka. Maka, selamatlah ka’bah. Dan tahun itu pun disebut sebagai tahun gajah.

2. Keluarnya Cahaya saat Rasulullah Dilahirkan
Seluruh ulama sepakat bahwa Rasulullah dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi’ul Awal tahun Gajah. Namun mengenai tanggal berapa ada perbedaan pendapat. Mayoritas ulama berpendapat tanggal 12 Rabi’ul Awal. Sedangkan sebagian ulama termasuk Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury berpendapat tanggal 9 Rabi’ul Awal.

Pada hari kelahiran Rasulullah terjadi sejumlah peristiwa ajaib. Diantaranya adalah keluarnya cahaya dari jalan kelahiran Rasulullah hingga menyinari istana-istana di Syam.

“Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari rahimku, menyinari istana-istana di Syam,” kata ibunda Rasulullah, Aminah, seperti diriwayatkan Ibnu Sa’d dan dinukil Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury.

Menurut penulis Sirah Nabawiyah Rahiqul Makhtum ini, Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Al Arbadh bin Sariyah yang isinya serupa dengan perkataan tersebut.

3. Runtuhnya 10 Balkon Istana Kisra

4. Padamnya Api yang Biasa Disembah Orang-orang Majusi

5. Runtuhnya beberapa Gereja di Sekitar Buhairah

Peristiwa ke-3 hingga ke-5 ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi. “Sekalipun tidak diakui oleh Muhammad Al Ghazali,” kata Al Mubarakfury. Muhammad Al Ghazali adalah ulama Mesir penulis kitab Fiqhus Sirah.
Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta. Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam. Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan saja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan.

Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu kejadian luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada seorang nabi Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini karena masih banyak lagi rahasia yang belum terungkap. Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil. Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah disekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentara bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi. Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah. Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran.

Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata "Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad."

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya daripada Nabi Isa dan Musa. Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman. Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan. Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan "Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik". Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah.

Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk. Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, "Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, "telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala- berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui."

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda - tanda keruntuhan kerajaan tersebut. Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

nabi muhammad saw

  • SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW  DAN SEJARAH MAULID NABI
  •  Ada sebuah kisah yang cukup masyhur di negeri nusantara ini tentang peristiwa pada saat menjelang Perang Salib. Ketika itu kekuatan kafir menyerang negeri Muslimin dengan segala kekuatan dan peralatan perangnya. Demi melihat kekuatan musuh tersebut, sang raja muslim waktu itu, Sholahuddin al-Ayyubi, ingin mengobarkan semangat jihad kaum muslimin. Maka beliau membuat peringatan maulid nabi. Dan itu adalah peringatan maulid nabi yang pertama kali dimuka bumi.
    Begitulah cerita yang berkembang sehingga yang dikenal oleh kaum Muslimin bangsa ini, penggagas perayaan untuk memperingati kelahiran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ini adalah Imam Sholahuddin al Ayyubi. Akan tetapi benarkah cerita ini? Kalau tidak, lalu siapa sebenarnya pencetus peringatan malam maulid nabi? Dan bagaimana alur cerita sebenarnya?
    Kedustaan Kisah Ini
    Anggapan bahwa Imam Sholahuddin al Ayyubi adalah pencetus peringatan malam maulid nabi adalah sebuah kedustaan yang sangat nyata. Tidak ada satu pun kitab sejarah terpercaya –yang secara gamblang dan rinci menceritakan kehidupan Imam Sholahuddin al Ayyubi- menyebutkan bahwa beliau lah yang pertama kali memperingati malam maulid nabi.
    Akan tetapi, para ulama ahli sejarah justru menyebutkan kebalikannya, bahwa yang pertama kali memperingati malam maulid nabi adalah para raja dari Daulah Ubaidiyyah, sebuah Negara (yang menganut keyakinan) Bathiniyyah Qoromithoh meskipun mereka menamakan dirinya sebagai Daulah Fathimiyyah. Merekalah yang dikatakan oleh Imam al Ghozali: “Mereka adalah sebuah kaum yang tampaknya sebagai orang Syiah Rafidhah padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang kafir murni.” Hal ini dikatakan oleh al Miqrizi dalam al-Khuthoth: 1/280, al Qolqosyandi dalam Shubhul A’sya: 3/398, as Sandubi dalam Tarikh Ihtifal Bil Maulid hal.69, Muhammad Bukhoit al Muthi’I dalam Ahsanul Kalam hal.44, Ali Fikri dalam Muhadhorot beliau hal.84, Ali Mahfizh dalam al ‘Ibda’ hal.126.
    Imam Ahmad bin Ali al Miqrizi berkata: “Para kholifah Fathimiyyah mempunyai banyak perayaan setiap tahunnya. Yaitu perayaan tahun baru, perayaan hari asyuro, perayaan maulid nabi, maulid Ali bin Abi Tholib, maulid Hasan, maulid Husein, maupun maulid Fathimah az Zahro’, dan maulid kholifah. (Juga ada) perayaan awal Rojab, awal Sya’ban, nisfhu Sya’ban, awal Romadhon, pertengahan Romadhon, dan penutup Ramadhon…” [al Mawa’izh:1/490]
    Kalau ada yang masih mempertanyakan: bukankah tidak hanya ulama yang menyebutkan bahwa yang pertama kali membuat acara peringatan maulid nabi ini adalah raja yang adil dan berilmu yaitu Raja Mudhoffar penguasa daerah Irbil?

    Kami jawab: Ini adalah sebuah pendapat yang salah berdasarkan yang dinukil oleh para ulama tadi. Sisi kesalahan lainnya adalah bahwa Imam Abu Syamah dalam al Ba’its ‘Ala Inkaril Bida’ wal h\Hawadits hal.130 menyebutkan bahwa raja Mudhoffar melakukan itu karena mengikuti Umar bin Muhammad al Mula, orang yang pertama kali melakukannya. Hal ini juga disebutkan oleh Sibt Ibnu Jauzi dalam Mir’atuz Zaman: 8/310. Umar al Mula ini adalah salah seorang pembesar sufi, maka tidaklah mustahil kalau Syaikh Umar al Mula ini mengambilnya dari orang-orang Ubaidiyyah.
    Adapun klaim bahwa Raja Mudhoffar sebagai raja yang adil, maka urusan ini kita serahkan kepada Allah akan kebenarannya. Namun, sebagian ahli sejarah yang sezaman dengannya menyebutkan hal yang berbeda. Yaqut al Hamawi dalam Mu’jamul Buldan 1/138 berkata: “Sifat raja ini banyak kontradiktif, dia sering berbuat zalim, tidak memperhatikan rakyatnya, dan senang mengambil harta mereka dengan cara yang tidak benar.” [lihat al Maurid Fi ‘Amanil Maulid kar.al Fakihani – tahqiq Syaikh Ali- yang tercetak dalam Rosa’il Fi Hukmil Ihtifal Bi Maulid an Nabawi: 1/8]
    Alhasil, pengingatan maulid nabi pertama kali dirayakan oleh para raja Ubaidiyyah  di Mesir. Dan mereka mulai menguasai Mesir pada tahun 362H. Lalu yang pertama kali merayakannya di Irak adalah Umar Muhammad al Mula oleh Raja Mudhoffar pada abad ketujuh dengan penuh kemewahan.
    Para sejarawan banyak menceritakan kejadian itu, diantaranya al Hafizh Ibnu Katsir dalam Bidayah wan Nihayah: 13/137 saat menyebutkan biografi Raja Mudhoffar berkata: “Dia merayakan maulid nabi pada bulan Robi’ul Awal dengan amat mewah. As Sibt berkata: “Sebagian orang yang hadir disana menceritakan bahwa dalam hidangan Raja Mudhoffar disiapkan lima ribu daging panggang, sepuluh ribu daging ayam, seratus ribu gelas susu, dan tiga puluh ribu piring makanan ringan…”
    Imam Ibnu Katsir juga berkata: “Perayaan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan para tokoh sufi. Sang raja pun menjamu mereka, bahkan bagi orang sufi ada acara khusus, yaitu bernyanyi dimulai waktu dzuhur hingga fajar, dan raja pun ikut berjoget bersama mereka.”
    Ibnu Kholikan dalam Wafayat A’yan 4/117-118 menceritakan: “Bila tiba awal bulan Shofar, mereka menghiasi kubah-kubah dengan aneka hiasan yang indah dan mewah. Pada setiap kubah ada sekumpulan penyanyi, ahli menunggang kuda, dan pelawak. Pada hari-hari itu manusia libur kerja karena ingin bersenang-senang ditempat tersebut bersama para penyanyi. Dan bila maulid kurang dua hari, raja mengeluarkan unta, sapi, dan kambing yang tak terhitung jumlahnya, dengan diiringi suara terompet dan nyanyian sampai tiba dilapangan.” Dan pada malam mauled, raja mengadakan nyanyian setelah sholat magrib di benteng.”
    Setelah penjelasan diatas, maka bagaimana dikatakan bahwa Imam Sholahuddin al Ayyubi adalah penggagas maulid nabi, padahal fakta sejarah menyebutkan bahwa beliau adalah seorang raja yang berupaya menghancurkan Negara Ubaidiyyah. [1]
    Siapakah Gerangan Sholahuddin al Ayyubi [2]
    Beliau adalah Sultan Agung Sholahuddin Abul Muzhoffar Yusuf bin Amir Najmuddin Ayyub bin Syadzi bin Marwan bin Ya’qub ad Duwini. Beliau lahir di Tkrit pada 532 H karena saat itu bapak beliau, Najmuddin, sedang menjadi gubernur daerah Tikrit.
    Beliau belajar kepada para ulama zamannya seperti Abu Thohir as Silafi, al Faqih Ali bin Binti Abu Sa’id, Abu Thohir bin Auf, dan lainnya.
    Nuruddin Zanki (raja pada saat itu) memerintah beliau untuk memimpin pasukan perang untuk masuk Mesir yang saat itu di kuasai oleh Daulah Ubaidiyyah sehingga beliau berhasil menghancurkan mereka dan menghapus Negara mereka dari Mesir.
    Setelah Raja Nuruddin Zanki wafat, beliau yang menggantikan kedudukannya. Sejak menjadi raja beliau tidak lagi suka dengan kelezatan dunia. Beliau adalah seorang yang punya semangat tinggi dalam jihad fi sabilillah, tidak pernah didengar ada orang yang semisal beliau.
    Perang dahsyat yang sangat monumental dalam kehidupan Sholahuddin al Ayyubi adalah Perang Salib melawan kekuatan kafir salibis. Beliau berhasil memporak porandakan kekuatan mereka, terutama ketika perang di daerah Hithin.
    Muwaffaq Abdul Lathif berkata: “Saya pernah datang kepada Sholahuddin saat beliau berada di Baitul Maqdis (Palestina, red), ternyata beliau adalah seorang yang sangat dikagumi oleh semua yang memandangnya, dicintai oleh siapapun baik orang dekat maupun jauh. Para panglima dan prajuritnya sangat berlomba-lomba dalam beramal kebaikan. Saat pertama kali aku hadir di majelisnya, ternyata majelis beliau penuh dengan para ulama, beliau banyak mendengarkan nasihat dari mereka.”
    Adz Dzahabi berkata: “Keutamaan Sholahuddin sangat banyak, khususnya dalam masalah jihad. Beliau pun seorang yang sangat dermawan dalam hal memberikan harta benda kepada para pasukan perangnya. Beliau mempunyai kecerdasan dan kecermatan dalam berfikir, serta tekad yang kuat.”
    Sholahuddin al Ayyubi wafat di Damaskus setelah subuh pada hari Rabu 27 Shofar 589 H. Masa pemerintahan beliau adalah 20 tahun lebih.
  • Asal muasal Maulid Nabi, yaitu berasal dari kaum bathiniyyah (kebatinan) yang memiliki dasar-dasar akidah Majusi dan Yahudi yang menghidupkan syiar-syiar kaum salib; maka di sini kita perlu mengatakan kepada orang-orang yang menilai masalah secara proporsional, logis dan obyektif:
  • Apakah benar jika kita menjadikan orang-orang seperti itu sebagai sumber ibadah kita dan syiar agama kita?”
Sementara kita mengatakan:
  • Sesungguhnya abad-abad awal yang diutamakan oleh Allah, tempat para panutan kita -salafuna shalih- hidup tidak ada secuilpun bagi adanya ibadah semacam ini, apakah dari ulamanya ataupun dari masyarakat awamnya. Tidakkah cukup bagi kita apa yang dahulu cukup bagi mereka, salafus shalih itu?”
Ilustrasi: kajiansunnah.net
Orang yang memperhatikan sejarah Nabi saw, serta sejarah para sahabat dan para tabi’in serta atba’ tabi’in bahkan hingga generasi sesudah tahun 350 H, tidak akan mendapatkan seorangpun dari umat Islam yang mengadakan mauludan atau Perayaan Maulid Nabi, atau memerintahkannya, atau bahkan membicarakannya. Imam al-Hafizh as-Sakhawi al-Syafi’i dalam fatawanya berkata: “Perayaan maulid tidak dinukil dari seorangpun dari salaf shalih di tiga zaman yang utama. Akan tetapi hal itu terjadi setelah itu.” (Mengutip dari Subulul Huda war-Rasyad (1/439), karya al-Shalihi, cetakan Kementrian Waqaf Mesir.)
Jadi pertanyaannya yang sangat mengusik adalah: Sejak kapan Perayaan Maulid ini ada? Apakah diadakan oleh para ulama, atau para raja, atau oleh para khulafa` ahlus sunnah yang dipercaya agamanya? Ataukah dari orang-orang yang menyimpang dan memusuhi sunnah? (Nashir ibn Yahya al-Hanini, dalam al-Maulid an-Nabawi, Tarikhuh, Hukmuh, Atsaruh) (www.saaid.net/mktarat/Maoled/1.htm)
Pertanyaan ini dijawab oleh para ulama Islam, diantaranya oleh Syaikhul Azhar Syaikh Athiyah Shaqr:
“Para sejarawan tidak mengetahui seorangpun yang merayakan Maulid Nabi sebelum Dinasti Fathimiyyah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustadz Hasan as-Sandubi.
Mereka merayakan Maulid Nabi di Mesir dengan pesta besar. Mereka membuat kue dalam jumlah besar dan membagi-bagikannya, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Qalqasandi dalam kitabnya Shubhul A’sya.” Lalu Syaikh Athiyah mejelaskan urutan sejarah maulid sebagai berikut:
Pertama:
Di Mesir. Orang-orang Fathimiyyah merayakan berbagai macam maulid untuk ahlul bait. Yang pertama kali melakukan adalah al-Muiz lidinillah (341-365H) pada tahun 362 H. Mereka juga merayakan Maulid Isa (natalan) sebagaimana dikatakan oleh al-Maqrizi as-Syafi’i dalam kitab as-Suluk Limakrifati Dualil Muluk. Kemudian Maulid Nabi- begitu pula maulid-maulid yang lain- pada tahun 488 H karena khalifah al-Musta’li billah mengangkat al-Afdhal Syahinsyah ibn Amirul Juyusy Badr al-Jamali sebagai mentri. Ia adalah orang kuat yang tidak menentang ahlus sunnah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Atsir dalam kitabnya al-Kamil: 5/302. Hal ini berlangsung hingga kementrian diganti oleh al-Makmun al-Bathaihi, lalu ia mengeluarkan instruksi untuk melepas shadaqat (zakat) pada tanggal 13 Rabiul Awal 517 H, dan pembagiannya dilaksanakan oleh Sanaul Malik. (Mei 1997, Fatawa al-Azhar: 8/255)
Sejarahwan sunni Syaikh al-Maqrizi al-Syafi’i (854 H) dalam kitab al-Khuthath (1/490 dan sesudahnya) berkata:
Menyebut hari-hari di mana para khalifah Fathimiyyah menjadikannya sebagai hari raya dan musim perayaan, pesta besar bagi rakyat dan banyak kenikmatan di dalamnya untuk mereka.”
Lalu dia mengatakan:
“Adalah para khalifah Fathimiyyah di sepanjang tahun memiliki hari-hari raya dan hari-hari besar, yaitu: Hari Raya Tahun Baru, Hari Raya Asyura`, Hari Raya Maulid Nabi saw, Hari Raya Maulid Ali ibn Abi Thalib ra, Maulid Hasan dan Husain as, Maulid Fathimah as, Maulid Khalih al-Hadir (yang sedang berkuasa), Malam Awal Rajab, Malam Nishfu Sya’ban, Malam Ramadhan, Ghurrah (awal) Ramadhan, Simath (tengah) Ramadhan, Malam Khataman, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Kurban, Hari Raya Ghadir (Khum), Kiswah as-Syita` (pakaian musim hujan), Kiswah as-Shaif (pakaian musim panas), Hari Besar Pembukaan Teluk, Hari Raya Nairuz (tahun Baru Persia), Hari Raya al-Ghuthas, Hari Raya Kelahiran, Hari Raya Khamis al-Adas (khamis al-ahd, 3 hari sebelum Paskah), dan hari-hari Rukubat.”
Sementara dalam kitab Itti’azhul Khunafa` (2/48) al-Maqrizi berkata: (pada tahun 394 H) “Pada bulan Rabiul Awal manusia dipaksa untuk menyalakan kendil-kendil (lampu) di malam hari di rumah-rumah, jalan-jalan dan gang-gang di Mesir.” Di tempat lain (3/99) ia berkata: (pada tahun 517 H)
Dan berlakulah aturan untuk merayakan Maulid Nabi yang mulia pada bulan Rabiul Awal seperti biasa.” Untuk keterangan lebih lanjut mengenai apa yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi dan besarnya walimah maka silakan merujuk pada al-khuthath; 1/432-433; Syubul A’sya, karya al-Qalqasandi: 3/498-499).
Setelah mengutip kutipan di atas maka Syaikh Nashir ibn Yahya al-Hanini penulis al-Maulid an-Nabawi menyimpulkan: “Dari kutipan di atas, renungkanlah bersama saya. Bagaimana Maulid Nabi dikumpulkan bersama bid’ah-bid’ah besar seperti:
a) Bid’ah Syi’ah dan ghuluw (kultus) terhadap ahlul bait yang tercetus dalam Maulid Ali, Maulid Fathimah, Maulid Hasan dan Husain.
b) Bid’ah hari besar Nairuz, hari raya Ghuthas, dan hari maulid Isa (natal), yang kesemuanya adalah hari raya Kristen. Ibnul Turkmani dalam kitabnya al-Luma’ fil Hawadits wal Bida’ (1/293-316) berkata tentang hari-hari raya milik Nashari tersebut: “Pasal, termasuk bid’ah dan kehinaan adalah apa yang dilakukan oleh kaum muslimin pada Hari Raya Nairuz milik Nasrani dan hari-hari besar mereka, yaitu ikut menambah uang belanja (lebih dari hari biasanya).” Ia berkata,
Nafkah ini tidak akan diganti (oleh Allah) dan keburukannya akan kembali kepada orang yang mengeluarkannya, cepat atau lambat.”
Lalu dia berkata, “Di antara sedikitnya taufiq dan kebahagiaan adalah apa yang dilakukan oleh orang muslim yang buruk pada hari yang disebut dengan hari Natal (kelahiran/ maulid Isa).”
Kemudian ia mengutip ucapan ulama-lama Madzhab Hanafi bahwa siapa yang melakukan perkara-perkara di atas dan tidak bertaubat maka ia kafir seperti mereka.
Kemudia ia menyebut hari-hari raya Nasrani yang biasa diikuti oleh orang-orang Islam yang jahil. Dia menjelaskan keharamannya berdasarkan al-Quran dan Sunnah melalui kaedah-kaedah syariat. Dengan demikian, maka yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi adalah Banu Ubaid yang dikenal dengan sebutan Fathimiyyiin.
Kedua:
Di Mesir. Ketika datang Dinasti Ayyubiyah (yang dimulai pada saat Shalahuddin al-Ayyubi menggulingkan khalifah Fathimiyyah terakhir al-Adhidh Lidinillah pada tahun 567 H/ 1171 M ) maka dibatalkanlah semua pengaruh kaum Fatimiyyin di seluruh wilayah negara Ayyubiyah, kecuali Raja Muzhaffar yang menikahi saudari Shalahuddin al-Ayyubi ini. Perayaan maulid ini kembali dihidupkan di Mesir pada masa Mamalik, pada tahun 922 H oleh khalifah Qanshuh al-Ghauri. Kemudian, tahun berikutnya 923 H ketika Orang-Orang Turki Usmani memasuki Mesir maka mereka meniadakan maulid ini. Namun setelah itu muncul kembali. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Iyas.
Ketiga:
Irak. Kemudian di awal abad ke-7 H perayaan maulid menjadi acara resmi di kota Arbil, melalui sultan Muzhaffaruddin Abu Said Kukburi ibn Zainuddin Ali Ibn Tubaktakin. Dia seorang Sunni (bukan Syi’ah seperti bani Ubaid Fatimiyyin). Dia membuat kubah-kubah di awal bulan Shafar, dan menghiasinya dengan seindah mungkin. Di hari itu, dimeriahkan dengan nyanyian, musik dan hiburan qarquz,  Gubernur menjadikannya sebagai hari libur nasional, agar mereka bisa menonton berbagai hiburan ini. Kubah-kubah kayu berdiri kokoh dari pintu benteng sampai pintu al-Khanqah. Setiap hari setelah shalat ashar Muzhaffaruddin turun mengunjungi setiap kubah, mendengarkan irama musik dan melihat segala yang ada di sana. Ia membuat perayaan maulid pada satu tahun pada bulan ke delapan, dan pada tahun yang lain pada bulan ke 12. Dua hari sebelum maulid ia mengeluarkan onta, sapi dan kambing. Hewan ternak itu diarak dengan jidor menuju lapangan untuk disembelih sebagai hidangan bagi masyarakat.
Sementara menurut Abu Syamah dalam kitab al-Ba’its ala Inkaril Bida’ wal-Hawadits mengatakan: Orang yang pertama melakukan hal tersebut di Mosul (Mushil) adalah syaikh Umar ibn Muhammad al-Mulla salah seorang shalih yang terkenal, maka penguasa Arbil meniru beliau.” Para sejarawan termasuk Ibnu Katsir dalam Tarikhnya menyebutkan bahwa perayaan maulid yang diadakan oleh Raja Muzhaffar ini dihadiri oleh kaum shufi, melalui acara sama’ (pembacaan qashidah dan nyanyian-nyanyian keagamaan kaum shufi) dari waktu zhuhur hingga fajar, dia sendiri ikut turun menari/ bergoyang (semacam joget-ala shufi). Dihidangkan 5000 kambing guling, 10 ribu ayam dan 100.000 zubdiyyah (semacam keju), dan 30.000 piring kue. Biaya yang dikeluarkan untuk acara ini –tiap tahunnya- sebesar 300.000 Dinar. Syaikh Umar ibn Muhammad al-Mulla yang menjadi panutan sultan Muzhaffar adalah seorang shufi yang setiap tahun mengadakan perayaan maulid dengan mengundang umara, wuzara (para mentri) dan ulama (shufi). Ibnul Hajj Abu Abdillah al-Abdari berkata, “Sesungguhnya perayaan ini tersebar di Mesir pada masanya, dan ia mencela bid’ah-bid’ah yang ada di dalamnya.” (Al-Madkhal: 2/11-12) Pada abad ke 7 kitab-kitab maulid banyak ditulis, seperti kisah ibn Dahiyyah yang meninggal di Mesir w. 633 H, Muhyiddin Ibnul Arabi yang wafat di Damaskus tahun 638 H, ibnu Thugharbek yang wafat di Mesir tahun 670 H, dan Ahmad al-’Azli bersama putranya Muhammad yang wafat tahun 677 H.

Kamis, 28 November 2013


Pelajaran Berharga dari Desa Kakek                                                                                    Oleh : Fajar Ridho. H

     Liburan sekolah kali ini Hidan beruntung sekali. Sudah sangat lama ia memimpikan hendak berlibur di kampung kelahiran ayahnya. Sebenarnya rencana ini sudahlah menjadi prioritas di keluarganya, yang biasanya dilakukan setidaknya 3 tahun sekali. Namun ada saja halangan, karna ayah dan ibunya sangatlah sibuk.
     Pagi-pagi sekali Hidan telah berangkat dari rumah Kakeknya untuk berjalan-jalan melihat keadaan tanah kelahiran ayahnya. Tak lupa ia membawa android kesayangannya yang berisi beratus-ratus game. Hidan sangatlah menyukai kehidupan animasi seperti kartun, game online dan sebagainya. Di perjalanan pun, Hidan masih memainkan androidnya dengan asik. Sangking asiknya sampai-sampai ia tidak melihat jalan. Ternyata di depan Hidan terdapat parit yang cukup dalam.
     Bruukkkkk…..Hidan pun terjatuh kedalam parit itu. Dari kejahuan ada dua orang pemuda sebayanya yang berlari ke arahnya dan hendak menolongnya. Bukan malah mengkawatirkan dirinya, Hidan malah sibuk mencari-cari androidnya. “Untung gak apa-apa ini android” seru Hidan setelah menemukan androidnya.                                                                                                                                                      “Boten nopo-nopo mas ?” kata seorang pemuda itu.                                                                                                             “Gak kok” jawab Hidan lantang.                                                                                                                                                         “Makanya kalo jalan liat-liat donk…” sahut pemuda satunya.                                                                                “Terima kasih ya …” jawab Hidan lagi.                                                                                                                        Akhirnya Hidan pun berkenalan dengan teman barunya itu. “oh ya…. Kita belum kenalan, nama ku Hidan”. Sambil mengulurkan tangan. “Aku Ilham dan ini temanku Kusumo”. “ Geh mas… kulo  Kusumo”.                                        “Aku kok gak tau liat koe yo mas?” Tanya Kusumo pada Hidan lagi.                                                                             “Aku di sini liburan tempat Kakek ku”. Jawab Hidan.
“ oalah…, yo pantes aku gak tau ketemu kamu mas” kata Kusumo.
                                                                                  ***
     Sejak pertemuan itu, mereka menjadi akrab. Hampir setiap hari mereka selalu bermain bersama dan tidak lupa juga Hidan selalu membawa android kesayangannya. Ilham dan Kusumo pun sampai terheran-heran. Kenapa setiap Hidan pergi android itu selalu di sampingnya. Pernah suatu hari saat mereka memancing di kolam milik paman Hidan. Ketika sedang memancing Ilham pun menanyakan hal itu. “Kenapa sih kamu selalu membawa hp gepeng itu setiap kamu pergi” Tanya Ilham polos.                                            “Hahahaha….. hp gepeng kamu bilang…?? Ini namanya android, bukannya hp gepeng” jawab Hidan.
“Emang ada apa toh di dalam android itu..?” Tanya Ilham lagi.                                                                                         “Dengan android ini kita dapat melihat gambar-gambar yang lebih bagus dan indah seperti animasi kartun,gambar animasi pemandangan,game-game modren dan lain-lain, yang pasti lebih bagus dari dunia nyata” jawab Hidan sombong sambil menunjuk kelangit.                                                                                           “Enggak ah….. di dunia inilah yang paling indah menurutku…. Apa lagi desa ini, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan ini !. Jawab Ilham lantang. Mereka berdua saling membela diri mereka masing-masing. Gara-gara mereka yang berdebat tentang dunia nyata dan animasi, Kusumo yang sedang memancing pun tidak mendapat ikan yang diharapkannya, karena ikan pada takut mendengar keributan yang dibuat oleh Hidan dan Ilham. “Wes…! Meneng kabeh, delok’o iwak’e ra eneng seng gelem maem umpan ku, gara-gara kalian berdua yang rebut aja” ucap kusumo dengan nada marah.

     Akhirnya pun mereka memberhentikan perdebatannya. Kusumo pun pulang dengan sedikit kesal, karena ia tidak mendapat satu ekor pun ikan. Begitu pula dengan Ilham dan juga Hidan, mereka pun pulang kerumah masing-masing.
     Keesokan harinya Ilham dan Kusumo menghampiri Hidan di rumah kakeknya. Rencananya mereka hendak pergi ke sebuah sungai di pinggir desa yang mempunyai air terjun. Awalnya Hidan tidak mau ikut, karena ia tidak menyukai sesuatu berbau alam.                                                                                                               “Ayo Hid ikut kita berdua main!” ajak Ilham.                                                                                                                       “Kemana ?? Tanya Hidan bingung.                                                                                                                                   “Alah .. ayo melu ae mas … awak’e delok-delok sungai nang pinggir deso” saut Kusumo.                                                 “Ahhh.. buat apa kesana, mending aku nyelesai’in game ku ini tanggung udah level terakhir” jawab Hidan cuek.
“Kamu kan tinggal beberapa hari lagi lo di desa ini..!” jawab Ilham kesal.                                                                      “Yo wes lah klo mas’e ra gelem, yo ra po-po kok” tambah Kusumo                                                                              “Kok pada ngambek semua, ya deh aku ikut...” sambil menundukan kepala.                                                                           “horee,,,,..” teriak Ilham dan Kusumo serempak. Setelah di rayu oleh Ilham dan Kusumo, dengan berat hati Hidan pun akhirnya mau ikut dengan mereka.
                                                                                ***
     Sebenarnya ini adalah rencana Ilham dan Kusumo untuk menunjukan bahwa alam ciptaan tuhan ini adalah panorama-panorama yang indah dan kita tidak boleh melupakannya, dan juga mereka mau membuktikan bahwa alam yang ada di animasi itu hanyalah fiksi belaka dan juga hanyalah hayalan manusia.
     Setelah sampai dipinggir sungai Hidan pun sedikit bingung. Didalam pikirannya pun berudah-udah, ada rasa takjub dibenaknya ada juga rasa penyesalan, ketika ia melihat keindahan yang disuguhkan alam kepadanya, yaitu sungai bebatuan dengan air terjun yang tidak terlalu tinggi dan di kelilingi hamparan padi yang telah menguning. Apa lagi pada saat  di sekitarnya itu langit sangatlah cerah, sehingga bukit-bukit di sekitarnya pun tampak begitu indah.
     Kali ini ia baru sadar bahwa di negerinya ini banyak menyuguhkan panorama-panorama yang luar biasa. Hidan baru sadar, bahwa animasi itu hanya sebuah karya fiksi, ini lah kenyataan dalam hidup. Bahwa ciptaan Tuhan itu sanagtlah indah dan tiada seorang pun yang dapat membuat ini semua, “gunyam Hidan dalam hati”.                                                                                                                                                      “Gimana….? Masih kalah kah pemandangan ini dengan pemandangan yang ada di hp gepeng mu…? Eh android deng”. Kata Ilham sambil menepuk pundak Hidan.                                                                                “Memang ini sungguh luar biasa, gak sebanding deh dengan gambar animasi yang ada di androidku. Selama ini aku juga telah salah menilai ciptaan Tuhan ini, karna dulu menurutku alam di sekitar tempat tingggal ku  sangat jorok,kumuh dan juga kotor. Hanya dunia animasilah yang aku anggap sebagai dunia yang sebenarnya” Jawab Hidan .                                                                                                                                                                 “ Sudah lah yang lalu biarlah berlalu” kata Ilham sambil mengelus-ngelus pundak Hidan.                                               “Indah banget yo mas ciptaan Tuhan ini” saut Kusumo.                                                                                                 “Iya mo…. Aku berjanji akan menjaga ini semua dan tak akan ku siasiakan apa yang telah di beri Tuhan yaitu alam yang luar biasa indah ini kepada kita” jawab hidan lagi.
     Liburan Hidan pun berakhir, ia harus bersekolah dan juga ayah dan ibunya pun harus bekerja kembali. Setelah pulang liburan, Hidan kini tidak lagi bermain dengan andriodnya. Ia sekarang malah memilih kegiatan yang menyatu dengan alam. Seperti pramuaka,kemping dan lain-lain. Liburan kali ini, Hidan sangat lah beruntung, banyak pelajaran berharga yang iya dapat di desa Kakeknya.
                                                           ***  THE END  ***      

Penulis       : Fajar Ridho. H
Karanagan  : Fajar Ridho. H
Tanggal      :27/11/2013
Email          : Fadjar_ridhoixa@yahoo.com
Tema           : Keindahan Ciptaan Tuhan


Rabu, 13 November 2013

PENGERTIAN HATI MENURUT DOKTER

Fungsi Hati pada Manusia- Fungsi besar hati sebagai penetral dan penyaring racun. Fungsi hati lainnya bisa anda simak pada uraian artikel singkat dibawah ini.
Fungsi Hati
Fungsi Hati
Hati atau hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Hati ikut berperan dalam sistem pengeluaran karena sel-sel hati berfungsi sebagai tempat perombakan sel-sel darah merah dan menguraikan hameglobin sehingga menghasilkan zat warna empedu (bilirubin) . Zat warna empedu ini dikeluarkan ke dalam urin dan feses. Hati juga berperan dalam pembentukan urea dari amonia, yang kemudian dikeluarkan lewat ginjal bersama urin.
Hati memiliki beberapa fungsi, antara lain:
a) Menetralisir racun sehingga tidak membahayakan tubuh, kemudian racun ini dikeluarkan melalui urine.
b) Mengubah glukosa menjadi glikogen untuk mengatur kadar gula dalam darah.
c) Sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan warna empedu dan urine. Setiap hari, hati menghasilkan empedu mencapai ½ liter.
d) Tempat sintesis beberapa zat. Hati menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornifin dan urea. Ornifin yang terbentuk dapat meningkatkan NH3 dan CO2 yang bersifat racun.
e) Hati menghasilkan empedu yang berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu disimpan di dalam kantung empedu dan merupakan cairan hijau serta berasa pahit. Empedu mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral, dan pigmen bilirubin dan biliverdin. Empedu ini berfungsi untuk mencerna lemak agar mudah diserap tubuh, membantu daya absorpsi lemak di usus, mengaktifkan enzim lipase, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
f) Hati merombak sel-sel darah merah yang sudah tua.
Hemoglobin dalam darah tersebut dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin dipakai kembali untuk menghasilkan sel darah merah yang baru. Sedangkan, heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru. Zat warna empedu ini mengalami oksidasi di dalam usus menjadi urobilin yang memberi warna kekuningan pada feses dan urine.
Fungsi Utama hati pada orang dewasa adalah :
  • Menyimpan berbagai bentuk glukosa, vit B12, dan zat besi
  • Penyediaan tenaga (zat gula) dan protein
  • Pengeluaran hormon-hormon dan insulin.
  • Pembentukan dan pengeluaran Lemak dan Kolesterol
  • Penyaring dan pembuang bahan bahan beracun di dalam darah mealalui proses pembongkaran hemoglobin.
  • Merubah amonia menjadi urea
Tes fungsi hati yang diperintahkan ketika tanda-tanda disfungsi hati melihat. Timbulnya tanda dan gejala abnormal fungsi hati harus dibicarakan dengan dokter Anda, segera. Ini membantu mengetahui kondisi yang mendasarinya. Jika tanda-tanda ini diabaikan, kondisi menjadi lebih buruk. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius atau kondisi kesehatan yang tidak dapat diobati seperti sirosis hati atau kanker hati, yang akhirnya mungkin mengakibatkan kegagalan total hati.
Apa Itu Parenkim hati
Parenkim hati adalah komponen fungsional hati, terdiri dari hepatosit yang menyaring darah untuk membuang racun. Hal ini kontras dengan stroma, jaringan ikat yang mendukung hati dan menciptakan kerangka kerja untuk hepatosit untuk tumbuh. Pada pasien dengan gangguan hati, bagian dari parenkim hati rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Kerusakan hati dapat menyebabkan produksi protein abnormal, penyaringan efisien racun dari darah, dan masalah lainnya.
Hepatosit individual tumbuh dalam unit sekitar hexagonal disebut lobulus. Setiap lobulus diatur sekitar vena sentral, dengan kerangka sel di sekitarnya. Pada titik-titik di mana segienam bertemu, arteri, vena, dan saluran empedu bahan transportasi ke dan dari hati. Sebagian besar suplai darah organ ini adalah vena, yang terdiri dari darah yang perlu disaring sebelum oksigen dapat dan kembali ke sistem peredaran.
Sejumlah lobus individual membentuk hati, ini tidak harus bingung dengan lobulus jauh lebih kecil yang melakukan hari ke hari fungsi organ ini. Kerusakan pada lobus dapat mengakibatkan pendarahan internal berlebihan karena suplai darah substansial hati itu. Hal ini juga dapat menurunkan efisiensi hati, sehingga sulit untuk memproses darah untuk menghilangkan senyawa yang mungkin berbahaya.
Tanda dan Gejala Penyakit Hati
  • Kuku: kuku melengkung dan keputihan menunjukkan masalah hati mungkin.
  • Penyakit kuning: Kulit dan mata menjadi kuning. Urin juga memperoleh warna kuning gelap. Penyakit kuning adalah salah satu tanda utama dari masalah hati. Kadar bilirubin darah tinggi adalah melihat.
  • iritasi Usus: buang air besar tidak teratur, diare, urin kuning gelap dan tinja berwarna terang menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa masalah di hati.
  • Perubahan Drastis: haus yang berlebihan (polidipsia) dan buang air kecil yang berlebihan (poliuria), perdarahan hidung dan memar mudah, memperlambat pembekuan darah (karena kurangnya produksi faktor pembekuan) menunjukkan kelainan hati.
  • Terkena Kesehatan Keseluruhan: Nyeri dada, sering sakit kepala, demam ringan, pusing, kejang, lekas marah, depresi, dll, menunjukkan adanya masalah hati.
  • Kehilangan nafsu makan: Mual, kehilangan nafsu makan dan muntah yang mengakibatkan penurunan berat badan dan anemia adalah beberapa tanda-tanda awal disfungsi hati. Kadang-kadang, orang dengan gangguan fungsi hati menunjukkan gejala seperti sakit kepala, kebingungan, demam dan kelemahan.
  • Pembengkakan perut dan Pain: Nyeri perut, pernapasan yang menyakitkan, benjolan perut, perut buncit, pembengkakan dan nyeri di bawah tulang rusuk kanan bawah menandakan adanya masalah di hati.
Penyalahgunaan alkohol meningkatkan kerentanan terhadap penyakit seperti penyakit hati berlemak dan penyakit kuning. Penyakit yang dipulihkan dengan tidak adanya alkohol. Mereka yang tidak bisa berhenti minum alkohol memiliki risiko tinggi terkena sirosis (jaringan parut dari jaringan dan pengembangan nodul hati). Hal ini mempengaruhi fungsi hati serius dan akhirnya mengarah untuk menyelesaikan gagal hati. Gejala sirosis hati sulit untuk menilai pada tahap awal. Seseorang yang menderita kanker hati dapat mengalami kulit gatal (seperti garam empedu menumpuk di bawah kulit), luka gatal merah pada tubuh, mata gatal, insomnia, lekas marah, gejala ascites dan pengecilan otot (karena produksi protein menurun) bersama dengan gejala tersebut. Akumulasi cairan di rongga perut dikenal sebagai ascites. Kadang-kadang pembuluh darah laba-laba-seperti biru atau hitam yang hadir pada kulit. Seseorang dengan sirosis hati juga mungkin mengalami gejala di atas. Sirosis hati merugikan mempengaruhi aliran darah melalui hati yang akhirnya menghasilkan pembuluh darah membengkak di sekitar perut. Vena dapat dengan mudah pecah dan berdarah. Ketidakseimbangan dalam hormon seks karena disfungsi hati pada pria dapat menyebabkan payudara membesar, mengurangi ukuran testis, disfungsi ereksi dan rendahnya dorongan seks.
Koma hepatik atau ensefalopati masalah lain hati yang serius. Gangguan fungsi hati dapat menyebabkan akumulasi zat beracun dalam darah yang pada gilirannya dapat mempengaruhi fungsi otak. Pengurangan bertahap kemampuan kognitif adalah melihat dalam situasi tersebut dan jika tidak diobati, kondisi ini bisa berakibat fatal. Kebingungan, disorientasi karena tingkat darah tinggi amonia (amonia merupakan produk limbah), tremor otot, perubahan suasana hati, insomnia adalah beberapa gejala awal ensefalopati hati yang dapat diikuti oleh tanda-tanda neurologis abnormal dan kehilangan kesadaran.
Singkatnya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda jika gangguan perut atau pencernaan intermiten / berulang seperti diatas. Depresi progresif atau kelesuan dan kelelahan harus selalu dibicarakan dengan dokter Anda. Konstan sakit kepala, sakit punggung, masalah kulit, alergi, iritasi, nafsu makan yang buruk tidak boleh diabaikan. Anggota keluarga dapat melihat perubahan dalam perilaku seseorang segera. Perubahan ini, kadang-kadang, menunjukkan disfungsi hati. Penyakit hati dan gangguan sering didiagnosis ketika mereka mencapai tahap akhir atau lanjutan. Ada kemungkinan bahwa gejala gangguan hati yang disalahtafsirkan atau salah didiagnosis. Anda harus membicarakan semua masalah Anda dengan dokter Anda selama pemeriksaan medis rutin. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda melihat salah satu gejala di atas.

Gejala Umum Gangguan Fungsi Hati. Anda mungkin memiliki disfungsi hati jika Anda mengalami gejala-gejala berikut:
Kelainan metabolisme lemak – Ketika hati tidak mampu berfungsi dengan benar, ada serangkaian gangguan metabolisme:
  • LDL kolesterol jahat naik.
  • Kolesterol baik HDL turun.
  • Trigliserida (lemak darah) naik.
Pengaturan lemak abnormal menyebabkan masalah dengan berat badan, ketidakmampuan untuk menurunkan berat badan, metabolisme yang lambat, akumulasi lemak abnormal di daerah lain (seperti selulit, dan hati berlemak). Gejala yang lebih ekstrim termasuk aterosklerosis (penumpukan kolesterol di sepanjang dinding arteri yang menciptakan penyumbatan arteri), serangan jantung, dan stroke.
Masalah pencernaan – Karena hati memproduksi empedu, kelainan dalam produksi empedu dapat menyebabkan batu empedu, intoleransi terhadap makanan berlemak dan alkohol, perut kembung, sembelit, sindrom iritasi usus, dan nyeri perut.
Kesulitan Penyerapan Gizi – Ketika hati secara fungsional dibawah optimal, banyak nutrisi melewati tubuh tanpa diserap. Untuk membantu meringankan beban pada hati, pastikan bahwa Anda memilih suplemen yang mengandung bentuk aktif. Banyak suplemen di pasar mengandung bentuk non-aktif vitamin yang pasti melewati tubuh bukannya diserap.
Masalah gula darah – Karena hati adalah tombol pengatur insulin, glukosa, dan glikogen, gangguan fungsi hati dapat menyebabkan kadar gula darah tidak stabil, prekursor untuk resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Efek neurologis – Ketika makanan tidak dimetabolisme efisien karena gangguan fungsi hati, otak tidak menerima nutrisi yang tepat yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan benar. Akibatnya, otak kekurangan nutrisi penting. Gejala termasuk “kabut otak,” depresi, kurangnya kontrol marah, kurang konsentrasi, dan memori miskin.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah – Hati membantu tubuh melawan infeksi. Ketika hati terbebani, sistem kekebalan tubuh tidak dapat secara efisien menangani beban beracun. Gejala termasuk alergi, intoleransi makanan dan sensitivitas kimia, ruam kulit dan radang, dan peningkatan risiko penyakit autoimun seperti sindrom kelelahan kronis dan fibromyalgia.
Ketidakseimbangan hormon – Karena hati adalah tombol pengatur hormon, gangguan fungsi hati dapat menghasilkan tingkat abnormal estrogen dan testosteron (hormon pria / wanita). Gejala mungkin termasuk menopause parah dan gejala PMS bagi perempuan. Pada pria dan wanita, kadar hormon normal pria dan wanita secara dramatis dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Juga, kegagalan hati untuk mengatur hormon tiroid dan insulin pada hasil, diabetes hipotiroidisme hipoglikemia, resistensi insulin, dan tipe 2.
Gejala lain – Bau mulut, ruam kulit, kulit gatal (pruritus), bau badan ofensif, lingkaran hitam di bawah mata, perubahan warna kuning pada mata, mata gatal bengkak merah (mata alergi), jerawat rosacea, bintik-bintik kecoklatan pada kulit ( bintik-bintik hati), telapak tangan merah dan sol yang mungkin juga gatal dan meradang, wajah memerah.
Diagnosa gangguan fungsi hati
PENGERTIAN HATI MENURUT AGAMA

Hati juga sering kali terjemahan sebagai ‘heart’ (Inggris) yang bermakna jantung, karena itu bentuknya sering digambarkan seperti jantung ().
Hati digunakan sebagai terjemahan ‘qalb’ (Arab) meskipun bahasa Arab menyebut hati ‘kibd’.
Hati digunakan sebagai terjemahan ‘heart’ (Inggris) yang sebenarnya adalah jantung. Lalu hati juga digunakan sebagai terjemahan dari ‘liver’ (Inggris) atau ‘hephar’ (Latin).
Sedangkan ,
Qalbu harus ditulis dengan huruf ‘q’ karena teks Arabnya menggunakan huruf (qaf). Di Indonesia banyak orang menuliskannya dengan huruf ‘k’ sehingga menjadi kalbu. Padahal ‘k’ adalah transliterasi dari (kaf) dan kalau ditulis (kalbu) maknanya adalah anjing.
Jadi jauh benar bedanya antara qalbu (hatinurani) dengan kalbu (anjing).
Sebagian orang menerjemahkan qalbu dengan “hati”. Padahal hati (Inggris: liver) adalah organ tubuh yang ada di kanan dada dan fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah.
Dalam Bahasa Arab hati disebut dengan ‘kibdun’ atau ‘kibdatun’. Bahasa Arab `Amiyah menyebutnya ‘kabid’. Jadi orang Arab tidak pernah memahami qalbu sebagai hati atau liver.
. Jadi sebenarnya apa itu hati, apa itu qalbu?
1. Qalbu jismani, yaitu jantung Ada hadits tentang qalbu yang sangat populer di masyarakat, sering diucapkan oleh para ustadz dan muballigh dalam ceramah-ceramah mereka. Tapi sayangnya orang kurang cermat memahami makna qalbu pada hadits ini.
a) Abu Nu`aym menceritakan bahwa Rasulullah s.a.w. berkata: “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah QALBU”.
b) Hadits di atas jelas menyebut qalbu sebagai bongkahan daging (benda fisik) yang terkait langsung dengan keadaan jasad atau tubuh manusia. Bongkahan daging mana yang kalau ia sakit atau rusak maka seluruh jasad akan rusak?
c) Bahasa Arab mengenal qalbu dalam bentuk fisik yang di dalam kamus didefinisikan sebagai ‘organ yang sarat dengan otot yang fungsinya menghisap dan memompa darah, terletak di tengah dada agak miring ke kiri’. Jadi, qalbu adalah jantung. Dokter qalbu adalah dokter jantung?? Jantung adalah bongkahan daging yang kalau ia baik maka seluruh jasad akan baik atau sebaliknya kalau ia rusak maka seluruh jasad akan rusak.
2. Qalbu ruhani, yaitu hati nurani. Ada juga jenis qalbu yang kedua, sebagaimana digambarkan dalam hadits berikut:
“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”. (HR Ibnu Majah)
Jadi kalau banyak dosa qalbu akan dipenuhi oleh bercak-bercak hitam,bahkan keseluruhan qalbu bisa jadi menghitam.
Apakah para penjahat jantungnya hitam? Apakah para koruptor jantungnya hitam? Tanyakanlah kepada para dokter bedah jantung, apakah jantung orang-orang jahat berwarna hitam? Mereka akan katakan tak ada jantung yang menghitam karena kejahatan dan kemaksiatan yang dibuat. Lalu apa maksud hadits Nabi di atas? Qalbu yang dimaksud dalam hadits itu adalah qalbu ruhani. Ruh (jiwa) memiliki inti, itulah qalbu. Karena ruh (jiwa) adalah wujud yang tidak dapat dilihat secara visual (intangible) maka qalbu yang menjadi inti (sentral) ruh ini pun qalbu yang tidak kasat mata. Dalam bahasa Indonesia ‘qalbu ruhani’ disebut dengan ‘hatinurani’. Mungkin karena dianggap terlalu panjang dan menyulitkan dalam pembicaraan, maka orang sering menyingkatnya menjadi ‘hati’ saja. Padahal ada perbedaan besar antara ‘hati’ dengan ‘hatinurani’ sebagaimana berbedanya ‘mata’ dengan ‘mata kaki’.
Rupanya, istilah qalbu mirip dengan heart dalam bahasa Inggris, sama-sama memilki makna ganda. Heart dapat bermakna jantung (heart attack, serangan jantung) dapat juga bermakna hatinurani (you’re always in my heart, kamu selalu hadir di hatinuraniku). Maka apabila mendengar perbincangan tentang qalbu perhatikanlah konteksnya. Kalau yang berbicara adalah dokter medis, tentu qalbu yang diucapkannya lebih bermakna jantung. Tapi bila dikaitkan dengan perbincangan tentang moral, iman atau spiritualitas, maka maknanya lebih mengarah pada hatinurani yang wujudnya ruhaniah.
Qalbu orang yang berdosa akan menghitam. Ungkapan ‘menghitam’ di sini adalah ungkapan perumpamaan (majâzi, metaphoric) bukan ungkapan sesungguhnya (haqîqi). Namun bukan berarti karena dosa tak kan nampak bekas-bekas fisiknya lalu kita akan seenaknya saja berbuat dosa. Na`ûdzubillâh min dzâlik
Manusia sering kali melakukan sesuatu atas dasar hawa nafsunya yang mengakibatkan perbuatan tersebut berdampak negative ditengah-tengah masyarakat. Untuk menghindari penyesalan diakhir perbuatan yang akan dilakukan, maka seyogyanya bertanyalah pada hati kecil, baik dan buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk memahami hatinya atau bahasa lain adalah “Qolbu”.
Pengertian “Qolbu” : Menurut Syekh Abu al-Hasan Ali bin Muhammad bin Ali al-Husaini al-Jurjaniy didalam kitabnya “at-Ta’rifat” : Qolbu adalah sifat lembutnya Ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia.
Dalam hadis Rasulullah Saw: Dari Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
Artinya: ” Ketahuilah,sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah “Qolbu” yaitu hati “. ( Hadis Riwayat Bukhori ).
Jika kita pahami secara mendalam hadis tersebut, maka hati sangat berperan dalam kehidupan jiwa manusia, karena hati yang bersih akan melahirkan jiwa yang bersih dan selalu taat serta tunduk terhadap titah dari Sang Ilahi Rabbi. Sebaliknya jiwa yang kotor disebabkan karena jiwa tersebut memiliki hati yang tidak baik dan selalu melanggar aturan yang telah digariskan oleh Allah Swt.
Fitrah manusia adalah suci dan bersih dalam menjalankan perintah agama,namun terkadang dalam perjalanan kehidupannya, manusia sering lupa dan lalai serta terjerumus dalam sifat-sifat “syaithoniyah”. Untuk mengenal lebih jauh tanda-tanda hati manusia yang telah kotor atau sakit, berikut ini salah satu tandanya :
Adanya sifat nifaq ( Munafik ) dalam jiwa manusia, mari kita renungkan firman Allah Swt. Dalam surat al-Baqarah :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ . يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ .فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ .
Artinya : ” Dan diantara manusia ada yang berkata ” kami beriman kepada Allah dan hari akhir “, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang2 yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang2 yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit ( Nifaq ), lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat adzab yang pedih, karena mereka berdusta “. ( QS.al-Baqarah : 8-10 )
Jika kita perhatikan ayat-ayat tersebut, maka sifat munafik akan menjadikan hati manusia bertambah kotor dan rusak, karena pada dasarnya manusia yang memiliki sifat nifaq akan terlihat diluar dirinya manis akan tetapi dalam bathinnya dia memiliki sifat-sifat syaithoniyyah, apa saja sifat-sifat tersebut,
Syekh az-Zamakhsyari dalam kitab tafsirnya “al-Kassyaf”, menggambarkan hati yang sakit karena sifat nifaq dalam diri manusia adalah selalu condong untuk berbuat maksiat kepada Allah Swt. Sedangkan Syekh Abu Zahrah dalam kitab tafsirnya “Zahratu at-Tafasir”, bahwasanya hati akan menjadi keras karena sifat nifaq yang selalu menanamkan kedengkian dan selalu menghinakan orang2 yang beriman. Penyakit hati tersebut menurut beliau tidak ada obatnya, na’udzubillah
HATI MENURUT ISLAM

Ciri Dan Sifat Hati Yang Baik

Hati yang tersentuh dan terkesan dengan ayat-ayat Allah.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang hati orang-orang yang beriman ketika mendengar ayat-ayat Allah:
{إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ}[الأنفال/2]
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allahgemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”

Hal ini terbukti dalam kehidupan para sahabat ketika mendengarkan nasehat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang diceritakan oleh ‘Irbadh bin Sariyah radhiallahu ‘anhu:
((صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ -r- ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ)) رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه.
“Pada suatu Rasulullah shalat mengimami kami, setelah itu beliau menghadap kearah kami, lalu beliau menyampaikan nasehat yang sangat dalam. membuat air mata menetes dan membuat hati bergetar (tersentuh).”
Hadits ini menunjukkan tentang betapa baiknya hati para sahabat, sehingga amat mudah terkesan dengan nasehat yang mereka dengar.
1. Hati yang lembut, santun dan penuh kasih.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang kelembutan hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya:
{لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ} [التوبة/128]
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
2. Hati yang sabar.
Sabar terbagi kepada tiga macam:
Pertama: sabar dalam menjalankan perintah-perintah dalam agama. Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ [الأنفال/46]
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Dalam ayat yang mulia ini Allah memerintahkan untuk bersabar setelah perintah untuk berbuat taat kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. Ini menunjukkan bahwa dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya amat butuh pada kesabaran.
Kedua: sabar dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang diharamkan dalam agama. Untuk hal ini Allah sebutkan dalam firman-Nya:
Ketiga: sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian (musibah) dari Allah. Seperti Allah sebutkan dalam firman-Nya:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ [البقرة/155-157]
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
3. Hati yang teguh dan kokoh dalam memegang kebenaran.
Sebagaimana Allah gambarkan kepada kita tentang kisah pemuda ashabul kafi bahwa mereka pemuda-pemuda yang teguh pendiriannya dalam memegang kebenaran.
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آَمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى (13) وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا [الكهف/13، 14]
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri.”
Demikian pula firman Allah:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ [الحجرات/15]
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”
Di zaman kita ini betapa banyaknya orang yang ragu-ragu dan plin-plan serta bimbang dalam meyakini dan memperjuangkan kebenaran. Hal itu disebabkan tidak adanya kemantapan hati dalam meykini sebuah kebenaran.
4. Hati yang pemaaf.
Banyak sekali ayat-ayat maupun hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan sifat pemaaf dan mencela sifat balas dendam.
Sebagaimana Allah menggambarkarkan tentang sifat orang-orang yang bertaqwa dalam firman-Nya:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [آل عمران/133، 134]
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Dan juga firman Allah:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [الأعراف/199]
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”
Dalam kenyataan hidup kita sehari-hari pada saat ini amat jarang kita temukan orang suka pemaaf terhadap sesama.

Bentuk Dan Jenis Penyakit Hati

Bentuk penyakit hati secara umum ada dua macam:
Pertama: Asy Syubuhaat (berhubungan dengan keyakinan) yaitu menyenagi segala bentuk keyakinan yang kufur dan sesat, seperti syirik, nifaq dan bid’ah dan seterusnya.
Kedua: Asy Syahawaat (berhubungan dengan akhlak) yaitu menyenangi berbagai macam bentuk maksiat. Diantaranya ada yang berhubungan dengan kepuasan sex, seperti zina, onani, lesbian, homosex dan sterusnya. Dan diantaranya ada pula yang behubungan tingkah laku, seperti sombong, hasad, dengki, congkak dan seterusnya.
Berbagai jenis penyakit hati lahir dari dua bentuk penyakit diatas, diantaranya:
1. Al Gahflu (Lalai).
Allah mencela hati yang lalai dari merenungkan, memikirkan dan memahami ayat-ayat Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ [الأعراف/179]
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
Dan firman Allah:
مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ (2) لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ [الأنبياء/2، 3]
“Tidaklah datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai.”
2. Keluh kesah, gundah dan perasaan cemas yang berlebihan.
Kondisi ini timbul pada saat seseorang takut atas kehilangan sesuatu yang telah diperolehnya, atau takut tidak memperoleh apa yang diharapkannya.
Oleh sebab itu Allah melarang rasul-Nya untuk tidak bersedih dan terhadap tipu daya orang-orang kafir kuraisy.
Sebagaimana Allah berfirman:
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (127) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ [النحل/127، 128]
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Demikian pula perkataan para malaikat kepada nabi Luth, tatkala kaumnya akan dihacurkan Allah. Sebagaimana firman Allah:
وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ [العنكبوت/33]
“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu. kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”
3. Putus asa dan kekecewaan yang berlebihan.
Kondisi ini timbul ketika seseorang ditimpa musibah seperti kehilangan sesuatu yang amat dicintainya, atau gagal memperolehnya, bisa  berupa harta ataupun jiwa. Banyak kita sakaikan dalam kehidupan kita sehari-hari orang yang mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri atas kesusahan dan kesulitan yang menimpanya.
Pada hal Allah mengharamkan untuk berputus asa dari rahmat-Nya, sebagaimana firman Allah:
لَا يَسْأَمُ الْإِنْسَانُ مِنْ دُعَاءِ الْخَيْرِ وَإِنْ مَسَّهُ الشَّرُّ فَيَئُوسٌ قَنُوطٌ  [فصلت/49]
“Tidak pantas Manusia itu jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
Dan firman Allah:
وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ [يوسف/87]
“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”
4. Buta terhadap kebenaran.
Allah mencela orang yang buta hatinya dari melihat bukti-bukti kebenaran dan tanda-tanda kebesaran Allah, sebagaimana firman Allah:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ [الحج/46]
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dapat memaham (kebenaran)i, atau mempunyai telinga yang dapat mendengar (kebenaran)? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”
5. Keras membatu tidak mampu ditembus oleh nasehat-nasehat agama.
Hati yang secara fisik terlihat lentur dan lunak namun pada hakikatnya bisa lebih keras dari batu saat diberi nasehat. Bahkan batu bisa lebih lunak dari sebagian hati manusia. Sebagaimana Allah ceritakan tentang hati orang-orang Bani Israil dalam surat Al baqarah:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُون [البقرة/74]
“Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”
6. Penyakit Nifak (kemunafikkan).
Kemunafikkan adalah memperlihatkan iman secara lahir dan menyembunyikan kekufuran secara batin. Kemunafikkan adalah salah bentuk kekufuran dan ia adalah penyakit hati yang sangat berbahaya dan sangat keji oleh sebab itu pelakunya lebih berat mendapatkan zab dari orang kafir yang terang-terangan.
Sebagaimana Allah gambarkan tentang hati orang-orang munafiq dalam ayat berikut ini:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (8) يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (9) فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ [البقرة/8-10]
“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”
7. Ar Ru’bu (Cemas dan takut).
Penyakit ini Allah masukkan ke dalam hati orang-orang  kafir dan musyrik.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Naya:
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ [آل عمران/151]
“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.”
8. Terkunci dari menerima kebenaran.
Ini adalah sifat hati orang kafir yang sudah tidak mau menerima peringatan dan seruan untuk beriman kepada Allah dan hari akhir.
Sebagaimana Allah sebutkan pada awal surat Al Baqarah:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ [البقرة/6، 7]
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”
9. Suka mengikuti sesuatu yang samar-samar.
Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:
فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا [آل عمران/7]
“Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang samar-samar,  untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya.”
Demikian pula disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
« إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ .” رواه البخاري ومسلم.
“Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang harampun sudah jelas. Dan diantar keduanya ada perkara yang sama-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi sesuatu yang samar-samar berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsipa yang melakukan sesuatu yang sama-samar maka ia telah jatuh kepada yang haram. Bagaikan sipenggembala yang mengegembala di batas pagar, boleh jadi ia akan masuk kedalamnya. Sesungguhnya setiap raja memiliki batas, sesungguhnya batasan Allah adalah perkara-perkara yang haram. Ketahuilah sesungguhnya dalam jiwa seseorang terdapat segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasdnya. Dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah! Ia adalah hati.”
10. Beroyalitas kepada orang kafir.
Salah satu jenis penyakit hati yang sangat dicela dan berbahaya adalah beroyalitas kepeada orang kafir. Seperti membela keyakinan mereka dengan alasan torelasi dan menyalahkan orang yang menentang keyakinan mereka. Penyakit ini mulai terjangkit dengannya sebagian intelektual zaman ini. Hal ini sangat diharamkan atas seorang muslim sebagaimana terdapat dalam firman Allah berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51) فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ [المائدة/51، 52]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi penolong-penolong(mu); sebahagian mereka adalah penolong ahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu yang mengambil mereka menjadi penolong, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.”
11. Ragu dan bimbang terhadap kebenaran.
Diera kemajuan informasi ini banyak sekali hal-hal yang dapat meragukan dan membibangkan seseorang terhadap kebenaran. Bahkan tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang batil denga yang hak, antar kafir dan iman, antara tauhid dan syirik, anatar sunnah dan bid’ah. Seperti keraguan tentang kekalan kehidupan akhirat dan kejadian hari kiamat. Kebimbangan terhadap kebenaran adalah salah satu penyakit hati yang di sebutkan Allah dalam firman-Nya berikut.
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ [التوبة/45]
“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.”  
Dan firman Allah:
أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (50) إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [النور/50-51]
“Apakah dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nyauntuk memberi keputusan di antara mereka,ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
12. Mudah terfitnah oleh rayuan setan.
Hati yang sakit dan tidak diimunisasi dengan ilmu dan amal sholeh akan sangat mudah terpengaruh oleh rayuan setan. Sebagaiamana terdapat dalam firman Allah berikut ini:
لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ [الحج/53]
“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu sebagai ujian bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya.”
Demikian pula dijelaskan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
« تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ .” رواه مسلم.
“Fitnah-fitnah akan merajut hati seperti rajutan tikar, sedikit demi sedikit. Setiap hati yang terpengaruh dengannya akan terdapat dalamnya bintik hitam. Dan setiap hati yang menolaknya akan terdapat dalamnya bintik putih. Sehingga dari kedua hati tersebut salah satu dari keduanya menjadi putih bagaikan batu putih jernih. Maka fitnah tidak mampu mempengaruhinya selama berdirinya langit dan bumi. Dan hati yang lain menjadi hitam lebam. Bagai mangkok yang terlungkup, tidak kenal yang ma’ruf dan tidak pula yang mungkar, kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya.”