Pelajaran
Berharga dari Desa Kakek
Oleh
: Fajar Ridho. H
Liburan
sekolah kali ini Hidan beruntung sekali. Sudah sangat lama ia memimpikan hendak
berlibur di kampung kelahiran ayahnya. Sebenarnya rencana ini sudahlah menjadi
prioritas di keluarganya, yang biasanya dilakukan setidaknya 3 tahun sekali.
Namun ada saja halangan, karna ayah dan ibunya sangatlah sibuk.
Pagi-pagi
sekali Hidan telah berangkat dari rumah Kakeknya untuk berjalan-jalan melihat
keadaan tanah kelahiran ayahnya. Tak lupa ia membawa android kesayangannya yang
berisi beratus-ratus game. Hidan sangatlah menyukai kehidupan animasi seperti
kartun, game online dan sebagainya. Di perjalanan pun, Hidan masih memainkan
androidnya dengan asik. Sangking asiknya sampai-sampai ia tidak melihat jalan.
Ternyata di depan Hidan terdapat parit yang cukup dalam.
Bruukkkkk…..Hidan pun terjatuh kedalam parit itu. Dari kejahuan ada dua
orang pemuda sebayanya yang berlari ke arahnya dan hendak menolongnya. Bukan
malah mengkawatirkan dirinya, Hidan malah sibuk mencari-cari androidnya.
“Untung gak apa-apa ini android” seru Hidan setelah menemukan androidnya. “Boten nopo-nopo mas ?” kata seorang pemuda
itu.
“Gak kok” jawab Hidan lantang.
“Makanya
kalo jalan liat-liat donk…” sahut pemuda satunya.
“Terima kasih ya …”
jawab Hidan lagi.
Akhirnya Hidan pun berkenalan dengan teman barunya itu. “oh ya…. Kita
belum kenalan, nama ku Hidan”. Sambil mengulurkan tangan. “Aku Ilham dan ini
temanku Kusumo”. “ Geh mas… kulo Kusumo”. “Aku
kok gak tau liat koe yo mas?” Tanya Kusumo pada Hidan lagi.
“Aku di sini liburan tempat Kakek
ku”. Jawab Hidan.
“ oalah…, yo pantes aku gak tau ketemu kamu mas” kata Kusumo.
“ oalah…, yo pantes aku gak tau ketemu kamu mas” kata Kusumo.
***
Sejak pertemuan itu, mereka menjadi akrab. Hampir setiap hari mereka selalu bermain bersama dan tidak lupa juga Hidan selalu membawa android kesayangannya. Ilham dan Kusumo pun sampai terheran-heran. Kenapa setiap Hidan pergi android itu selalu di sampingnya. Pernah suatu hari saat mereka memancing di kolam milik paman Hidan. Ketika sedang memancing Ilham pun menanyakan hal itu. “Kenapa sih kamu selalu membawa hp gepeng itu setiap kamu pergi” Tanya Ilham polos. “Hahahaha….. hp gepeng kamu bilang…?? Ini namanya android, bukannya hp gepeng” jawab Hidan.
“Emang ada apa toh di dalam android itu..?” Tanya Ilham lagi. “Dengan android ini kita dapat melihat gambar-gambar yang lebih bagus dan indah seperti animasi kartun,gambar animasi pemandangan,game-game modren dan lain-lain, yang pasti lebih bagus dari dunia nyata” jawab Hidan sombong sambil menunjuk kelangit. “Enggak ah….. di dunia inilah yang paling indah menurutku…. Apa lagi desa ini, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan ini !. Jawab Ilham lantang. Mereka berdua saling membela diri mereka masing-masing. Gara-gara mereka yang berdebat tentang dunia nyata dan animasi, Kusumo yang sedang memancing pun tidak mendapat ikan yang diharapkannya, karena ikan pada takut mendengar keributan yang dibuat oleh Hidan dan Ilham. “Wes…! Meneng kabeh, delok’o iwak’e ra eneng seng gelem maem umpan ku, gara-gara kalian berdua yang rebut aja” ucap kusumo dengan nada marah.
Sejak pertemuan itu, mereka menjadi akrab. Hampir setiap hari mereka selalu bermain bersama dan tidak lupa juga Hidan selalu membawa android kesayangannya. Ilham dan Kusumo pun sampai terheran-heran. Kenapa setiap Hidan pergi android itu selalu di sampingnya. Pernah suatu hari saat mereka memancing di kolam milik paman Hidan. Ketika sedang memancing Ilham pun menanyakan hal itu. “Kenapa sih kamu selalu membawa hp gepeng itu setiap kamu pergi” Tanya Ilham polos. “Hahahaha….. hp gepeng kamu bilang…?? Ini namanya android, bukannya hp gepeng” jawab Hidan.
“Emang ada apa toh di dalam android itu..?” Tanya Ilham lagi. “Dengan android ini kita dapat melihat gambar-gambar yang lebih bagus dan indah seperti animasi kartun,gambar animasi pemandangan,game-game modren dan lain-lain, yang pasti lebih bagus dari dunia nyata” jawab Hidan sombong sambil menunjuk kelangit. “Enggak ah….. di dunia inilah yang paling indah menurutku…. Apa lagi desa ini, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan ini !. Jawab Ilham lantang. Mereka berdua saling membela diri mereka masing-masing. Gara-gara mereka yang berdebat tentang dunia nyata dan animasi, Kusumo yang sedang memancing pun tidak mendapat ikan yang diharapkannya, karena ikan pada takut mendengar keributan yang dibuat oleh Hidan dan Ilham. “Wes…! Meneng kabeh, delok’o iwak’e ra eneng seng gelem maem umpan ku, gara-gara kalian berdua yang rebut aja” ucap kusumo dengan nada marah.
Akhirnya
pun mereka memberhentikan perdebatannya. Kusumo pun pulang dengan sedikit
kesal, karena ia tidak mendapat satu ekor pun ikan. Begitu pula dengan Ilham
dan juga Hidan, mereka pun pulang kerumah masing-masing.
Keesokan
harinya Ilham dan Kusumo menghampiri Hidan di rumah kakeknya. Rencananya mereka
hendak pergi ke sebuah sungai di pinggir desa yang mempunyai air terjun.
Awalnya Hidan tidak mau ikut, karena ia tidak menyukai sesuatu berbau
alam. “Ayo
Hid ikut kita berdua main!” ajak Ilham.
“Kemana ?? Tanya
Hidan bingung.
“Alah .. ayo melu ae mas … awak’e delok-delok sungai nang pinggir deso”
saut Kusumo.
“Ahhh.. buat apa kesana, mending aku nyelesai’in game ku ini tanggung udah
level terakhir” jawab Hidan cuek.
“Kamu kan tinggal beberapa hari lagi lo di desa ini..!” jawab Ilham kesal. “Yo wes lah klo mas’e ra gelem, yo ra po-po kok” tambah Kusumo “Kok pada ngambek semua, ya deh aku ikut...” sambil menundukan kepala. “horee,,,,..” teriak Ilham dan Kusumo serempak. Setelah di rayu oleh Ilham dan Kusumo, dengan berat hati Hidan pun akhirnya mau ikut dengan mereka.
“Kamu kan tinggal beberapa hari lagi lo di desa ini..!” jawab Ilham kesal. “Yo wes lah klo mas’e ra gelem, yo ra po-po kok” tambah Kusumo “Kok pada ngambek semua, ya deh aku ikut...” sambil menundukan kepala. “horee,,,,..” teriak Ilham dan Kusumo serempak. Setelah di rayu oleh Ilham dan Kusumo, dengan berat hati Hidan pun akhirnya mau ikut dengan mereka.
***
Sebenarnya ini adalah rencana Ilham dan Kusumo untuk menunjukan bahwa alam ciptaan tuhan ini adalah panorama-panorama yang indah dan kita tidak boleh melupakannya, dan juga mereka mau membuktikan bahwa alam yang ada di animasi itu hanyalah fiksi belaka dan juga hanyalah hayalan manusia.
Sebenarnya ini adalah rencana Ilham dan Kusumo untuk menunjukan bahwa alam ciptaan tuhan ini adalah panorama-panorama yang indah dan kita tidak boleh melupakannya, dan juga mereka mau membuktikan bahwa alam yang ada di animasi itu hanyalah fiksi belaka dan juga hanyalah hayalan manusia.
Setelah
sampai dipinggir sungai Hidan pun sedikit bingung. Didalam pikirannya pun
berudah-udah, ada rasa takjub dibenaknya ada juga rasa penyesalan, ketika ia melihat
keindahan yang disuguhkan alam kepadanya, yaitu sungai bebatuan dengan air
terjun yang tidak terlalu tinggi dan di kelilingi hamparan padi yang telah
menguning. Apa lagi pada saat di
sekitarnya itu langit sangatlah cerah, sehingga bukit-bukit di sekitarnya pun
tampak begitu indah.
Kali ini
ia baru sadar bahwa di negerinya ini banyak menyuguhkan panorama-panorama yang
luar biasa. Hidan baru sadar, bahwa animasi itu hanya sebuah karya fiksi, ini
lah kenyataan dalam hidup. Bahwa ciptaan Tuhan itu sanagtlah indah dan tiada
seorang pun yang dapat membuat ini semua, “gunyam Hidan dalam hati”.
“Gimana….? Masih kalah kah pemandangan ini dengan pemandangan yang ada
di hp gepeng mu…? Eh android deng”. Kata Ilham sambil menepuk pundak
Hidan.
“Memang ini sungguh luar biasa, gak sebanding deh dengan gambar animasi
yang ada di androidku. Selama ini aku juga telah salah menilai ciptaan Tuhan
ini, karna dulu menurutku alam di sekitar tempat tingggal ku sangat jorok,kumuh dan juga kotor. Hanya
dunia animasilah yang aku anggap sebagai dunia yang sebenarnya” Jawab Hidan
.
“ Sudah lah yang lalu biarlah berlalu” kata Ilham sambil mengelus-ngelus
pundak Hidan.
“Indah banget yo mas ciptaan Tuhan ini” saut Kusumo.
“Iya mo…. Aku berjanji akan menjaga ini semua dan tak akan ku siasiakan
apa yang telah di beri Tuhan yaitu alam yang luar biasa indah ini kepada kita”
jawab hidan lagi.
Liburan
Hidan pun berakhir, ia harus bersekolah dan juga ayah dan ibunya pun harus
bekerja kembali. Setelah pulang liburan, Hidan kini tidak lagi bermain dengan
andriodnya. Ia sekarang malah memilih kegiatan yang menyatu dengan alam.
Seperti pramuaka,kemping dan lain-lain. Liburan kali ini, Hidan sangat lah
beruntung, banyak pelajaran berharga yang iya dapat di desa Kakeknya.
***
THE END ***
Penulis : Fajar Ridho. H
Karanagan :
Fajar Ridho. H
Tanggal
:27/11/2013
Email : Fadjar_ridhoixa@yahoo.com
Tema :
Keindahan Ciptaan Tuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar